Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mekanisme Dinamika Kebudayaan

Mekanisme Dinamika Kebudayaan

a. Discovery, Invention, dan Inovasi 

1) Discovery 

Discovery adalah penemuan unsur-unsur kebudayaan yang baru baik berupa suatu alat baru maupun ide baru. Discovery akan menjadi invention kalau masyarakat sudah mengakui, menerima, serta menerapkan penemuan baru itu.

Seringkali proses discovery sampai ke invention membutuhkan tidak hanya satu pencipta, tetapi rangkaian dari beberapa pencipta. Beberapa faktor pendorong bagi penemuan-penemuan baru dalam masyarakat, antara lain sebagai berikut. 

  • Kesadaran dari perorangan adanya kekurangan dalam kebudayaan. 
  • Kualitas ahli-ahli dalam suatu kebudayaan. 
  • Perangsang bagi aktivitas-aktivitas penciptaan dalam masyarakat.

2) Invention 

Penemuan baru (invention) menimbulkan pengaruh yang bermacam-macam di dalam masyarakat. Suatu penemuan baru (invention) dapat menyebabkan perubahan-perubahan dalam bidang lain, seperti: politik, agama, pendidikan, kesenian, adat istiadat, dan sebagainya. 

Contohnya penemuan radio, TV, dan telepon. Pengaruh penemuan baru dapat digambarkan sebagai berikut (dikutip dari buku Sosiologi suatu Pengantar: Soerjono Soekanto). Penemuan baru (invention = I) seperti radio, televisi, memancar ke berbagai arah yang menyebabkan perubahan dalam lembaga-lembaga kemasyarakatan dan adat istiadat. 

Suatu penemuan baru (invention) menyebabkan perubahan-perubahan yang menjalar dari lembaga kemasyarakatan lainnya. Beberapa jenis penemuan baru (invention) dapat pula mengakibatkan satu jenis perubahan seperti gambar di bawah ini. 

Tiga penemuan baru: mobil, kereta api, dan telepon menyebabkan timbulnya lebih banyak pusatpusat kehidupan di daerah pinggiran kota yang dinamakan suburb = E.

3) Inovasi 

Inovasi adalah suatu proses pembaruan dari penggunaan sumber-sumber alam, energi, modal, pengaturan tenaga kerja, dan penggunaan teknologi, yang menyebabkan adanya sistem produksi dan produkproduk baru. 

Dengan demikian inovasi berkaitan dengan pembaharuan kebudayaan khususnya mengenai unsur-unsur teknologi dan ekonomi. Dalam masyarakat terdapat individu-individu yang sadar akan adanya berbagai kekurangan tersebut dalam kebudayaan. 

Guna memperbaiki kekurangan muncullah penemuan-penemuan baru yang bersifat discovery maupun invention. Keinginan para ahli akan mutu suatu masyarakat juga merupakan dorongan terjadinya penemuan baru. 

Keinginan untuk mencapai mutu yang tinggi menyebabkan para ahli selalu memperbaiki hasil-hasil karyanya, sehingga tercipta penemuan baru. Usaha untuk mencapai dan menciptakan penemuan baru didorong oleh sistem perangsang, antara lain kehormatan, nama baik, kedudukan tinggi/harta benda. 

Sistem inilah yang mendorong penemuan-penemuan baru dalam masyarakat Eropa, Amerika, dan bekas Uni Sovyet. Selain penemuan-penemuan baru dalam unsur-unsur kebudayaan jasmaniah atau kebendaan, terdapat pula penemuan-penemuan baru di bidang rohaniah. 

Misalnya ideologi baru, aliran kepercayaan yang baru, sistem hukum baru, dan sebagainya. Penemuan baru tersebut oleh Oghburn dan Nimkoff dinamakan social invention. Sosial invention, yaitu penciptaan pengelompokan individuindividu atau penciptaan adat istiadat baru dan perlakuan sosial yang baru. 

Adapun yang terpenting dari social invention adalah akibat adanya social invention terhadap lembaga-lembaga kemasyarakatan yang kemudian berpengaruh pada bidangbidang kehidupan lainnya. 

Misalnya dengan dikenalkan nasionalisme pada awal abad ke-20 oleh masyarakat terjajah yang pernah mengalami pendidikan Barat, menimbulkan gerakan yang menginginkan kemerdekaan politik. Gerakan-gerakan itu menimbulkan lembaga kemasyarakatan baru, seperti partai politik dan negara-negara baru. 

b. Difusi, Globalisasi, dan Budaya Nasional 

1) Difusi 

Difusi adalah suatu proses penyebaran unsurunsur kebudayaan dari satu kelompok ke kelompok lain atau dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Dengan proses tersebut manusia mampu menghimpun penemuan-penemuan baru yang dihasilkan. 

Dengan terjadinya difusi, suatu penemuan baru yang telah diterima oleh masyarakat dapat diteruskan dan disebarkan pada masyarakat luas sampai seluruh umat manusia pada akhirnya. Seluruh umat manusia dapat menikmati kegunaan penemuan baru bagi kemajuan peradaban. 

a) Jenis difusi menurut ruang lingkup terjadinya 

Menurut ruang lingkup terjadinya difusi ada dua, yaitu difusi intramasyarakat dan difusi antarmasyarakat. Difusi intramasyarakat, yaitu difusi yang terjadi pada masyarakat itu sendiri. Adapun difusi antarmasyarakat, yaitu difusi yang terjadi antarmasyarakat yang satu dan masyarakat lain. 

(1) Difusi Intramasyarakat 

Difusi intramasyarakat dipengaruhi oleh faktorfaktor sebagai berikut. 

  • Suatu pengakuan bahwa unsur baru tersebut mempunyai kegunaan. 
  • Ada tidaknya unsur-unsur yang memengaruhi diterima dan ditolaknya unsur-unsur baru. 
  • Suatu unsur baru yang berlawanan dengan fungsi unsur lama kemungkinan besar tidak akan diterima.
  • Pemerintah dapat membatasi difusi yang akan diterima. 

(2) Difusi Antarmasyarakat 

Difusi antarmasyarakat dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut. 

  • Adanya kontak dalam masyarakat tersebut. 
  • Kemampuan untuk mendemonstrasikan manfaat baru tersebut. 
  • Pengakuan akan kegunaan penemuan baru tersebut. 
  • Peranan masyarakat yang menyebarkan penemuan baru di dunia ini.
  • Paksaan dapat juga digunakan untuk menerima suatu penemuan baru. 

b) Jenis difusi menurut cara berlangsungnya 

  1. Symbiotic adalah pertemuan antara individuindividu dari satu masyarakat dan individuindividu dari masyarakat lain, tanpa mengubah kebudayaan masing-masing. 
  2. Penetration pasifigue adalah masuknya kebudayaan asing dengan cara damai dan tidak disengaja serta tanpa paksaan. Prosesnya dapat berjalan secara timbal balik maupun sepihak, misalnya penyebaran agama Hindu dan Islam di Indonesia yang memperkaya kebudayaan Indonesia.
  3. Penetration violente adalah masuknya kebudayaan asing dengan cara paksaan. Cara paksaan tersebut dapat berupa penjajahan/peperangan. Negara yang menang memaksakan kebudayaan kepada negara yang kalah. Jepang yang kalah dalam Perang Dunia II terjadi perubahan, yaitu masyarakat yang tadinya agraris menjadi industri di bawah Amerika Serikat. 

Difusi dan akulturasi memiliki persaman dan perbedaan. Persamaan difusi dan akulturasi adalah masing-masing memiliki kontak. 

Tanpa kontak tidak mungkin keduanya dapat berlangsung. Adapun perbedaannya yaitu difusi berlangsung dalam keadaan di mana terjadinya suatu kontak tidak perlu ada secara langsung dan berkelanjutan. 

Misalnya difusi menggunakan tembakau yang tersebar di dunia. Adapun akulturasi memerlukan hubungan dekat, langsung, dan berkesinambungan. 

Proses difusi melancarkan perubahan karena difusi tersebut memperkaya unsur-unsur budaya. Suatu difusi yang meliputi jarak yang panjang biasanya terjadi melalui suatu rangkaian pertemuan suatu deret suku-suku bangsa. 

2) Globalisasi 

Globalisasi adalah proses terbentuknya suatu sistem organisasi dan sistem komunikasi antara masyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama. 

Menurut Michael Horalombos dan Martin Holborn, globalisasi adalah suatu proses yang di dalamnya batas-batas negara luluh dan tidak penting lagi dalam kehidupan sosial. Faktor-faktor yang mempercepat proses globalisasi sebagai berikut. 

a) Meningkatnya perdagangan internasional 

Sekarang ini hampir semua negara melakukan kontak perdagangan. Meningkatnya kebutuhan banyak negara untuk memasarkan produknya mendorong perdagangan internasional dewasa ini memasuki era baru, yaitu era pasar bebas. Era pasar bebas merupakan suatu era di mana batas-batas negara dan peraturan-peraturan masing-masing negara tidak menjadi penghambat dalam perdagangan. 

b) Kemajuan sistem komunikasi dan alat perhubungan 

Komunikasi modern lewat satelit memudahkan setiap orang berhubungan di negara yang berbeda. Kemajuan alat transportasi yang modern juga memungkinkan orang bepergian dengan cepat dan mudah dari negara satu ke negara lain. 

c) Pariwisata 

Meningkatnya taraf hidup masyarakat juga mendorong orang melakukan penyegaran hidup melalui kegiatan-kegiatan wisata. 

Tingginya kebutuhan akan kegiatan wisata, maka peningkatan ekonomi bisa diraih dari sektor pariwisata. Sektor ini yang menyebabkan negaranegara di dunia membuka lebar-lebar batas negaranya bagi wisatawan asing.

Saluran-saluran globalisasi, antara lain sebagai berikut. 

  • Media massa Media massa baik cetak maupun elektronik merupakan saluran utama globalisasi. Komunikasi elektronik yang cepat dan berkembangnya teknologi percetakan jarak jauh membuat informasi melalui media massa dapat diperoleh dalam hitungan menit bahkan detik. 
  • Pariwisata internasional Dengan perkembangan pariwisata internasional, banyak orang melakukan perjalanan ke negara lain. 
  • Migrasi internasional Migrasi adalah perpindahan penduduk dari satu negara ke negara lain. Migrasi internasional adalah berpindahnya penduduk dari satu negara ke negara lain. Penyebab migrasi antara lain karena bencana alam, tekanan politik, peperangan atau pekerjaan.

3) Budaya Nasional 

Budaya nasional adalah perwujudan rasa, karsa, dan karya bangsa. Wujud budaya nasional, yaitu sebagai berikut. 

a) Bahasa 

Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia mempunyai fungsi sebagai berikut. 

  • Lambang kebanggaan nasional. 
  • Lambang identitas nasional. 
  • Alat pemersatu berbagai suku bangsa. 
  • Alat penghubung antardaerah dan antarbudaya. 

b) Seni berpakaian 

Kebaya yang dipakai wanitawanita Indonesia merupakan salah satu contoh wujud budaya nasional. Penggunaannya tidak terbatas pada suku, kalangan atau golongan tertentu. Jenis lain adalah batik yang membedakan orang Indonesia dan nonIndonesia.

c) Perilaku 

Perilaku yang dikenal oleh bangsa asing dari bangsa Indonesia sebagai berikut. 

  1. Gotong royong. 
  2. Musyawarah mufakat. 
  3. Ramah tamah. 
  4. Toleransi. 

c. Akulturasi, Sinkretisme, dan Milanarisme 

1) Akulturasi 

Akulturasi adalah proses perubahan yang di dalamnya terjadi penyatuan budaya-budaya yang berbeda. Hal itu terjadi apabila suatu unsur kebudayaan tertentu dari masyarakat berhadapan dengan unsur kebudayaan dari masyarakat lain, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu diserap ke dalam kebudayaan penerima tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan penerima. 

Misalnya kebudayaan Hindu memasuki kebudayaan Bali menjadi kebudayaan Hindu Bali. Unsur kebudayan Bali tidak hilang walaupun dimasuki oleh budaya Hindu. 

2) Sinkretisme 

Sinkretisme adalah suatu proses terjadinya pertemuan dua buah kebudayaan dan tidak menghilangkan jati diri masing-masing. Sinkretisme berbeda dengan akulturasi. Bedanya, sinkretisme tidak menghasilkan kebudayaan baru, tetapi kebudayaan lama mengalami penyesuaian. 

3) Milanarisme 

Milanarisme/mesianisme adalah suatu gerakan rakyat yang timbul atas kepercayaan bahwa seorang tokoh akan datang untuk membebaskan orang dari segala penderitaan/kesengsaraan. Contoh: Gerakan Ratu Adil 

d. Adaptasi 

Adaptasi adalah suatu proses perubahan kebudayaan sesuai dengan lingkungan. Macam-macam proses adaptasi sebagai berikut. 

1) Adaptasi Evolusioner 

Adaptasi Evolusioner adalah perubahan kebudayaan dalam masyarakat yang berlangsung lama dari tingkat tinggi ke tingkat yang lebih rendah. 

2) Evolusi Konvergensi 

Evolusi konvergensi adalah berkembangnya adaptasi dalam kondisi lingkungan yang sama oleh bangsabangsa dengan latar belakang kebudayaan yang sangat berbeda. 

3) Evolusi Paralel 

Hampir sama dengan evolusi konvergensi. Bedanya adalah berkembangnya adaptasi dalam lingkungan yang sama dan dengan latar belakang kebudayan yang agak sama pula. 

4) Daerah Kebudayaan 

Daerah kebudayaan atau culture area merupakan suatu gabungan yang dilakukan oleh ahli-ahli antropologi terhadap suku-suku bangsa yang memiliki kebudayaan dari beberapa unsur yang sama dan arti yang menyolok. 

5) Pola Adaptasi Kebudayaan 

Pola adaptasi kebudayaan merupakan suatu pola adaptasi masyarakat agar mampu hidup dan menjaga kelangsungan keberadaannya sesuai dengan situasi dan kondisi suatu daerah tertentu. Adaptasi tersebut dilakukan masyarakat Indonesia melalui tahapan sebagai berikut. 

  • Berburu dan meramu. 
  • Menangkap ikan. 
  • Bercocok tanam secara sederhana. 
  • Beternak. 
  • Bercocok tanam dengan irigasi. 

e. Pembangunan dan Modernisasi 

1) Pembangunan 

Pembangunan adalah usaha terencana dan terarah untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia yang menuntut adanya perubahan sosial budaya sebagai pendukung keberhasilan dan menghasilkan perubahan sosial budaya. 

Berdasarkan batasan tersebut pembangunan dapat diartikan sebagai perubahan yang dikehendaki dan direncanakan. 

Pembangunan merupakan proses perubahan di segala bidang kehidupan yang dilakukan secara sengaja berdasarkan suatu perencanaan sosial (social planning), juga didasarkan oleh pengertian tentang hubungan manusia dengan alam sekitar, hubungan golongan dengan golongan dalam masyarakat dan budaya.

2) Modernisasi 

Modernisasi adalah proses perubahan masyarakat dan kebudayaan dari masyarakat dan kebudayaan tradisional ke masyarakat dan kebudayaan modern dalam seluruh aspek kehidupan. Proses modernisasi mencakup proses yang sangat luas dan kadang-kadang tidak dapat diterapkan batasbatasnya secara mutlak. 

Di suatu daerah, modernisasi merupakan perubahan bentuk sosial-budaya yang terarah (directed planning), yang didasarkan pada perencanaan sosial (social planning). Dalam perubahan ini sering terjadi disorganisasi, yaitu memudarkan atau melemahkan norma-norma dan nilai-nilai lama dalam masyarakat.

Bona Pasogit
Bona Pasogit Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "Mekanisme Dinamika Kebudayaan"

close