Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian dan Tujuan Psikologi Industri atau Organisasi

Pengertian dan Tujuan Psikologi Industri atau Organisasi

Tempat kerja merupakan lingkungan sosial tempat orang-orang yang telah memasuki usia produktif yang dalam jangka pendek mencari nafkah serta dalam jangka panjang melakukan interaksi sosial dengan manusia lain. 

Dalam menjalankan interaksi sosial tdi tempat kerja, akan timbul masalah-masalah psikis, disamping masalah-masalah lainnya (fisik, ekonomi, budaya, dsb). Masalahmasalah psikis di tempat kerja dipelajari dengan cabang ilmu psikologi yang disebut Psikologi Industri. 

Menurut Levy (2010) psikologi Industri/Organisasi atau disebut juga dengan Psikologi Industri dan Organisasi adalah pengaplikasian prinsip-prinsip dan teori-teori psikologi di tempat kerja. Awalnya terdapat pemisahan antara psikologi industri dan psikologi organisasi. 

Psikologi industri disebut juga dengan psikologi personal (personnel psychology) berhubungan dengan analisa jabatan, pelatihan, seleksi, dan pengukuran kinerja. 

Sedangkan Psikologi organisasi berfokus pada motivasi, sikap kerja, dan kepemimpinan, termasuk struktur, budaya, dan proses dalam organisasi (Levy, 2010). 

Dalam perkembangannya terdapat tumpang tindih antara kedua disiplin ilmu tersebut, sehingga ada usulan untuk menggabungkannya menjadi ilmu Psikologi Industri dan Organisasi. Definisi psikologi industri/organisasi menurut beberapa ahli PIO antara lain disajikan pada tabel 1 di bawah ini.

Pengertian dan Tujuan Psikologi Industri atau Organisasi
Definisi Psikologi Industri/Organisasi Menurut Beberapa Ahli

Tujuan dan Bidang Kajian Psikologi Industri Atau Organisasi

Sebagaimana tugas yang diemban oleh seorang ahli Psikologi Industri/Organisasi, maka tujuan dari cabang ilmu psikologi ini antara lain (Levy, 2010): 

  1. Mempelajari sikap dan perilaku karyawan dan pengusaha/majikan; 
  2. Mempelajari hubungan interpersonal di tempat kerja; 
  3. Mempelajari struktur organisasi dan kebijakan organisasi; 
  4. Mempelajari proses motivasi dan kepemimpinan yang kompleks; 
  5. Mempelajari konteks, budaya, dan iklim organisasi; dan 
  6. Mempelajari kesesuaian antara orang dan pekerjaan. 

Tujuan psikologi industri dan organisasi adalah meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan karyawan, yang dicapai dengan dua pendekatan, antara lain pendekatan “industrial” dan pendekatan “organizational”.

Pendekatan industrial fokus pada menentukan kompetensi untuk mendukung pekerjaan, melengkapi organisasi dengan staff yang telah memiliki kompetensi, dan meningkatkan kompetensi karyawan melalui pelatihan. 

Sedangkan pendekatan organisasional menciptakan struktur dan budaya organisasi yang akan memotivasi karyawan untuk bekerja dengan baik, memberi informasi yang dibutuhkan karyawan tentang pekerjaannya, dan mencipatakan kondisi kerja yang aman serta menghasilkan lingkungan kerja yang nyaman dan memuaskan (Aamodt, 2010). 

Secara lebih khusus Aamodt (2010) memaparkan salah satu tujuan dari ilmu psikologi industri/organisasi. Sebagai contoh, prinsip pembelajaran (learning) dalam ilmu psikologi, digunakan untuk mengembangkan program pelatihan dan rencana insentif. 

Demikian pula prinsip-prinsip psikologi sosial digunakan membentuk kelompok kerja dan memahami konflik karyawan. Lalu prinsip motivasi dan emosi digunakan untuk memotivasi dan memuaskan karyawan. 

Berdasarkan tujuan di atas, Aamodt (2010) membagi bidang-bidang utama kajian psikologi industri dan organisasi terdiri dari tiga antara lain: 

a. Personnel Psychology (Psikologi Personal) 

Ahli psikologi industri & organisasi serta profesional di bidang HRD terlibat dalam bidang psikologi personal dan mereka melakukan perkerjaa antara lain: menganalisis pekerjaan (job analysis), merekrut pelamar, menseleksi karyawan, menentukan level gaji, pelatihan karyawan, dan mengevaluasi performa kerja karyawan. 

b. Organizational Psychology 

Ahli psikologi yang terlibat dengan psikologi organisasi fokus terhadap issu kepemimpinan, kepuasan kerja, motivasi karyawan, komunikasi organisasi, manajemen konflik, perubahan organisasi, dan dinamika kelompok dalam organisasi. 

c. Human Factors/Ergonomics 

Pada bidang ini, ahli psikologi menitikberatkan perhatian pada desain tempat kerja, interaksi manusia-mesin, ergonomi, serta kelelahan dan stres fisik. Sementara itu menurut Howard dalam Alliger (1992) bidang-bidang kajian dalam ilmu psikologi industri terdiri dari: 

  • Individual evaluation (evaluasi individu) yang merupakan kekhususan dari psikologi personel, antara lain: seleksi, testing, job analysis, equal employment (keadilan), issu legal, penilaian kinerja, statistik, metode riset, dan perbedaan individu; 
  • Training (pelatihan) yang meliputi: psikologi rekayasa (engineering psychology), psikologi mililter, training, dan evaluasi program; 
  • Perilaku organisasi (organizational behavior), meliputi: sikap dan survey kerja, kepuasan kerja, turnover, hubungan antar pekerja, kualitas dalam bekerja, job design, perilaku organisasi, motivasi kerja, produktivitas, dan sistem reward; 
  • Pengembangan organisasi (orgaizational development), meliputi: budaya dan iklim organisasi, pengembangan organisasi, kepemimpinan, manajemen, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, proses dalam kelompok, hubungan antar kelompok, mengatasi konflik, kekuasaan, komunikasi; dan 
  • Pengembangan karyawan (employee development), meliputi: pengembangan karir, konseling karyawan, issu gender, work & family, stress, etika.

Bona Pasogit
Bona Pasogit Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "Pengertian dan Tujuan Psikologi Industri atau Organisasi"

close