Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teori Pembentukan Bumi

Teori Pembentukan Bumi

Teori pembentukan bumi tidak bisa dipisahkan dengan terjadinya jagat raya. Tentu saja masing masing teori mempunyai dasar yang berbeda-beda. Namun semuanya memberi gambaran, bahwa bumi bersama benda-benda langit lainnya merupakan suatu tatanan yang awalnya pernah menjadi satu kesatuan, dan terus saling terkait hingga sekarang. 

Berbagai teori tentang proses terbentuknya tata surya dapat dikelompokan menjadi beberapa teori, yaitu sebagai berikut. 

1. Teori Ledakan Besar (Big Bang) 

Teori ini dikemukakan oleh ahli astronomi dari Inggris pada tahun 1956. Teori ini diberi nama teori big bang atau ledakan besar, karena menganggap bahwa terjadinya tata surya berasal dari ledakan besar bintang kembar yang bertumbukan. 

Fred Hoyle beranggapan bahwa tata surya, matahari beserta planet-planetnya, terbentuk dari dua buah bintang kembar yang besar saling tarik menarik, entah karena apa kemudian lama kelamaan kembaran dari matahari tersebut mengalami ledakan yang sangat dahsyat se hingga menjadi serpihan-serpihan kecil dan debu-debu. 

Serpihan dan debu tersebut kemu dian terperangkap oleh gaya gravitasi matahari. Kemudian debu-debu yang terbentuk ini berkumpul dan mempilin sehingga membentuk planet, sedangkan serpihan-serpihan batuan lain membentuk asteroid, satelit serta debu angkasa. 

Alasan dari teori ini didasarkan pada hasil penelitian terhadap tata surya lain, ternyata ada tata surya yang memiliki bintang kembar. Oleh ka rena itulah Fred Hoyle beranggapan bahwa tata surya kita terbentuk dari proses meladaknya bintang kem bar, yang kemudian dikenal dengan teori Big Bang. 

2. Teori Nebula 

Teori Nebula pertama kali dikemukakan seorang fi lsuf Jerman bernama Imanuel Kant, yang menganggap bahwa tata surya berasal da ri nebula yaitu gas atau kabut tipis yang sangat luas dan bersuhu tinggi yang berputar sangat lambat. 

Perputaran yang lambat itu menyebabkan terbentuknya konsentrasi materi yang mempunyai berat jenis tinggi yang disebut inti massa di be berapa tempat yang berbeda. Inti massa yang terbesar terbentuk di tengah, sedangkan yang kecil terbentuk di sekitarnya. 

Karena terjadi proses pendinginan, inti-inti massa yang lebih kecil berubah menjadi planet-planet, sedangkan yang paling besar masih tetap dalam keadaan pijar dan bersuhu tinggi yang disebut matahari. Teori nebula lainnya dikemukakan oleh Pierre Simon Laplace. 

Menurut Laplace, tata surya berasal dari bola gas yang bersuhu tinggi dan berputar sangat cepat. Karena perputaran yang sangat cepat, sehingga terlepaslah bagian-bagian dari bola gas tersebut dalam berbagai ukuran yang berbedabeda. 

Bagian-bagian yang terlepas itu berputar dan akhirnya mendingin membentuk planet-planet, sedangkan bola gas induk masih tetap berpijar dan sebagai pusat dari benda yang lain dinamakan matahari. Karena yang menyatakan teo ri nebula ini adalah Kant dan Laplace, maka teo ri ini sering disebut dengan teori nebula Kant Laplace.

3. Teori Planetesimal

Forest Ray Moulton dan Thomas Chrowder Chamberlin, berpendapat bahwa tata surya berasal dari adanya bahan-bahan padat kecil yang disebut planetesimal yang mengelilingi inti yang berwujud gas bersuhu tinggi. 

Gabungan bahan-bahan padat kecil itu kemudian membentuk planet- planet, sedangkan inti massa yang bersifat gas dan bersuhu tinggi membentuk matahari. 

4. Teori Pasang Surut 

Astronom James Hopwood Jeans dan Harold Jeff reys, mengemukakan pendapat bahwa tata surya pada awalnya hanya matahari saja tanpa mempunyai anggota. 

Planet-planet dan anggota lainnya terbentuk karena adanya bagian dari matahari yang tertarik dan terlepas oleh pengaruh gravitasi bintang yang melintas ke dekat matahari. 

Bagian yang terlepas itu berbentuk seperti cerutu panjang (bagian tengah besar dan kedua ujungnya mengecil) yang terus berputar mengelilingi matahari, sehingga lama kelamaan mendingin membentuk bulatan-bulatan yang disebut planet. 

5. Teori Awan Debu 

Carl Friedrich von Weizs├Ącker dan Ge rard Peter Kuiper, berpendapat bahwa tata surya berasal dari awan yang sangat luas yang terdiri atas debu dan gas (hi drogen dan helium). Ketidakteraturan dalam awan tersebut menyebabkan terjadinya penyusutan karena gaya tarik menarik dan gerakan berputar yang sa ngat cepat dan teratur, sehingga ter ben tuklah piringan seperti cakram. 

Inti cak ram yang menggelembung menjadi ma tahari, sedangkan bagian pinggirnya berubah menjadi planet-planet. Ahli astronomi lainnya yang mengemukakan teori awan debu antara lain, Fred Lawrence Whipple dari Amerika Serikat dan Hannes Alven dari Swedia. 

Menurutnya, tata surya berawal dari matahari yang berputar dengan cepat dengan piringan gas di sekelingnya yang kemudian membentuk planet-planet yang ber edar mengelilingi matahari.

Bona Pasogit
Bona Pasogit Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "Teori Pembentukan Bumi"

close