Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengelolaan Potensi Geografis Indonesia

Pengelolaan Potensi Geografis Indonesia

Aspek geografis Indonesia dapat memengaruhi potensi sumber daya di Indonesia. Sebagai negara beriklim tropis, tentunya Indonesia memiliki potensi dalam bidang pertanian. Tak hanya itu, aspek geografis juga menjadikan Indonesia memiliki potensi sumber daya laut dan darat yang perlu dikelola dengan baik. 

Pemanfaatan sumber daya alam yang baik dapat mengurangi risiko kerusakan lingkungan. Indonesia memiliki potensi alam dalam bidang pertanian yang tinggi. Tingginya potensi pertanian tersebut dikarenakan suburnya wilayah daratan Indonesia. 

Hal itu dapat terjadi karena wilayah daratan Indonesia yang banyak dilalui oleh pegunungan. Potensi sumberdaya pertanian tersebut dapat menjadi sumber daya alam pertanian yang besar sehingga Indonesia juga disebut sebagai negara agraris. 

Indonesia memiliki potensi pertanian yang besar, namun belum terkelola secara optimal. Impor bahan pangan masih sering terjadi, seperti beras, gula, dan buah-buahan dari Thailand. 

Oleh karena itu, jika pemanfaatan potensi pertanian dapat dioptimalkan, maka impor bahan pangan dapat dikendalikan atau bahkan dihentikan, dan ketahanan pangan di Indonesia akan maksimal. 

Selain pemanfaatan pertanian belum optimal, aktivitas bisnis dan pembangunan industri di Indonesia cenderung bergerak di Pulau Jawa dan Sumatra. Industri manufaktur di Indonesia secara spasial cenderung terkonsentrasi di Pulau Jawa dengan penyumbang tenaga kerja sektor industri sebanyak 78–82%. 

Pulau Sumatra menyerap sebanyak 12% tenaga kerja bidang industri, dan di Kalimantan serta pulau-pulau lainnya masih sedikit yang berperan dalam bidang industri. 

Pengetahuan terkait kondisi geografis menjadi hal yang penting dalam pembangunan pengembangan industri untuk mengetahui ketersediaan bahan baku atau sumber daya yang akan diolah. Zonasi potensi geografis dapat mempermudah pembangunan dan pengembangan industri. 

Dengan mengetahui potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di setiap wilayah, maka pembangunan sektoral dapat diarahkan ke wilayah yang tertinggal seperti zona Maluku dan Nusa Tenggara. 

Selain itu, dengan adanya zona potensi geografis pengelolaan sumber daya alam dapat diarahkan dengan baik dan benar, sehingga risiko kerusakan lingkungan dan bencana alam dapat diminimalisir.

Bona Pasogit
Bona Pasogit Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "Pengelolaan Potensi Geografis Indonesia"

close